YOGYAKARTA,BAPENDA – Pemerintah Kabupaten Jombang menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Barat dan Katalis I Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026 yang berlangsung di Yogyakarta Marriott Hotel pada 9-10 Februari 2026. Forum strategis ini diikuti oleh wilayah di Pulau Sumatera dan Jawa guna mendorong transformasi keuangan daerah yang lebih transparan dan efisien.

Dalam ajang Championship P2DD Tahun 2025, Kabupaten Jombang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi ke-10 dari 92 peserta kategori kabupaten tingkat wilayah Jawa-Bali. Keberhasilan ini didasarkan pada penilaian aspek proses, output, dan outcome yang dinilai memenuhi kriteria transformasi digital.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sambutannya menekankan bahwa digitalisasi transaksi pemerintah daerah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, efisien, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Implementasi elektronifikasi transaksi, baik pada sisi pendapatan maupun belanja, telah terbukti mampu memperkuat pengendalian, meminimalkan kebocoran, serta meningkatkan kemudahan akses layanan bagi masyarakat. Untuk mewujudkan ekosistem digital yang memadai tersebut, diperlukan penguatan pada empat pilar utama yang meliputi regulasi yang adaptif, kanal layanan yang beragam dan inklusif, kesiapan serta ketersediaan sistem, hingga peningkatan kapasitas SDM dan literasi digital baik bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat.

 

Direktur Departemen Regional Bank Indonesia, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa secara nasional tingkat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) terus meningkat, dengan 93,6% atau 511 Pemda telah mencapai tahap digital pada semester II tahun 2025. Menyongsong tahun 2026, Satgas P2DD menargetkan tingkat partisipasi evaluasi kinerja mencapai 98%. Fokus strategis ke depan mencakup penguatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Pemerintah sebagai solusi digitalisasi sesuai Permendagri Nomor 79 Tahun 2022 , percepatan penyediaan infrastruktur jaringan terutama di wilayah 3T , serta optimalisasi peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai penggerak utama implementasi digitalisasi di daerah.

 

Melalui keikutsertaan dalam Rakorwil ini, Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas implementasi action plan dan roadmap P2DD guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui ekosistem digital yang kuat.